Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2009

Profil Norick Abe


Lahir pada tanggal 7 September 1975,
Tahun 1993, di umur 18 tahun menjadi juara balap motor 500 cc di Jepang.
Di tahun 1994 masuk dalam kejuaraan dunia motor Grand Prix 500 cc, ikut dalam kejuaraan motor GP sampai tahun 2004, dalam periode itu 3 kali mendapatkan juara 1 dan 17 kali naik podium.
Di tahun 2005 sampai dengan 2006 mengikuti kejuaraan balap motor Super Bike, dan di tahun 2007 kembali ke Jepang dan mengikuti kejuaraan di jepang.
Tapi apa daya kehendak yang kuasa seorang Abe yang gagah perkasa di atas jalan res, harus meninggal saat mengendarai motor biasa di jalan raya. Selamat jalan Satriaku Norick Abe.
Jepang menangis lagi setelah di tinggalkan pembalap motor GP 500 cc, kesayanggan mereka yaitu Norick Abe. Yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas saat mengendarain motor di daerah Kawasaki, prefektur Kanagawa Jepang. Pada tanggal 7-10-2007 , meninggaldi umurnya yang ke32 tahun.
Hari minggu 07 Oktober 2007 merupakan hari sial bagi Norick Abe. Setelah mengalami kecelakaan sepedamotor menabrak truk di kota Kawasaki, Kanagawa Prefecture, Jepang.
Asahi Shimbun menyebutkan menurut polisi setempat kecelakaaan tersebut berawal dari kecerobohan supir truk yang berbalik arah di sebuah putaran yang sebenarnya tidak diperbolehkan. Dari arah belakang kanan truk, Abe memacu motornya skuter matik 500cc. Alhasil, tabrakan tak dapat dihindari. Abe seketika itu juga, dibawa ke rumah sakit setempat. Namun dikarenakan lukanya sangat parah, membuat nyawanya tak tertolong lagi.
Norick Abe merupakan pembalap terbaik dari Jepang di masanya. Seperti pembalap Jepang lainnya, awal karirnya di perhelatan internasional adalah sebagai wild card. Di tahun 1994 dia tampil menawan.
Di usia 19 tahun, dia mencetak rekor dengan meraih podium MotoGP tertinggi kelas 500 cc bersama tim Yamaha KR di sirkuit Suzuka. Hingga julukan Kingu Suzuka atau Raja Suzuka begitu lekat dengan dirinya.
Tahun 1999 Abe bergabung dengan tim Yamaha D’Antin. Tim ini begitu disegani layaknya tim pabrikan. Sayang prestasi tim D’Antin tidak secemerlang di kala masih dibela Abe saat ini.
Abe memiliki gaya membalap yang unik. Di kala menikung pada umumnya pembalap memposisikan badannya sesuai dengan tikungan, tapi Abe tidak. Dia malah berusaha untuk tetap tegap. Abe benar-benar menjadi inspirasi bagi anak muda. Tak terkecuali, Valentino Rossi yang saat itu masih bermain di kelas 125 cc. Sosok yang ramah terhadap fans adalah awal Rossi menyukainya. Kemudian rambut lurus panjangnya, malah di suatu ketika Rossi begitu menginjak podium puncak dia sengaja memakai wig ala Norick Abe.
Hingga di kala masih berada di kelas capung, Rossi menjuluki dirinya dengan Rossifumi.
Berikut ini adalah hal yang unik tentang Abe :
Norifumi Abe menjadi Norick Abe dikarenakan agar lebih mudah diucapkan oleh orang Barat. Penggantian nama pernah juga dilakukan oleh mendiang pembalap Jepang lainnya, Daijiro Katoh ketika naik kelas ke GP 500 menjadi Daijiro Kato.
Abe sempat tidak turun balap di tahun 2003 dikarenakan tidak kebagian tim. Saat itu posisinya di tim Yamaha D’Antin digantikan oleh Shinya Nakano. Sedangkan nomer start keramat Abe yaitu nomer 6 diambil oleh pembalap Jepang lainnya, Makoto Tamada. Uniknya jenis hurufnya sama.
Akhirnya Rossi dan Abe berada dalam satu tim di Yamaha tahun 2004, sama grafis (Gauloises) meski beda tim. Rossi di tim factory, sedangkan Abe di tim satelit.
Rekan setim Abe saat itu (2004), Marco Melandri sangat membenci gaya rambut cepak dan berdirinya yang dimulai di tahun 2002. Posisi keduanya di klasemen akhir keluar dari 10 besar.
Tahun 2005 dan 2006 hijrah ke WSBK membela panji Yamaha France. Posisinya tidak berbeda dengan MotoGP. Terlempar dari 10 besar
Tahun 2007 bermain di even lokal sembari memberikan coaching clinic kepada pembalap muda Jepang.
Bagaimanapun, Norick Abe adalah seorang legenda balap MotoGP yang namanya begitu lekat dengan Garpu Tala yang low profile, namun tangguh di trek balap. Sekarang pembalap Jepang itu tinggal kenangan. Sayonara Abe .
Kemarin hari Minggu tanggal 9 Desember 2007, Tim Yamaha yang menjadi sponsor Norick Abe mengadakan acara mengenang Abe, acara ini di adakan di Odaiba Tokyo Jepang. Yang mana acara ini banyak di datangi oleh penggemar Abe dari segala penjuru, begitu banyak karangan bunga yang datang tak kalah hebatnya banyak pan yang menangis saat pemutaran cuplikan beberapa gambar Abe yang di tayangkan mengunakan sekerin TV yang berukuran besar. Acara ini juga memajang beberapa motor Yamaha yang di kendarai oleh Abe selama mengikuti kejuaraan balap motor, dan tak ketinggalan mobil yang biasa di kendarai oleh Abe sebuah mobil Ferari, dan banyak hal lain yang di lihatkan untuk umum. Dan tak ketinggalan di jualnya pernak pernik yang mengambarkan Norick abe sebagai kenang kenangan. 

Jumat, 06 Februari 2009

Alexandra Asmasoebrata


* Nama : Alexandra Asmasoebrata
* Panggilan : Andra
* Temat, tanggal lahir : Jakarta, 23 Mei 1988
* Kebangsaan : Indonesia
* Agama : Islam 
* Berat/Tinggi : 165 cm / 53kg
* Golongan Darah : B
* Nama orang tua : Alex Asmasoebrata dan Sofia Muri Mardiana 
* Nama saudara : Elly W, Ahmad Z, Aldino Asmasoebrata
* Sekolah : SMP Al Azhar Kebayoran Baru, SMU Al Azhar Kebayoran Baru, Fakultas Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta
* Kegiatan balapan : Formula Renault Asia & Karting
* Tim : IIRT (Indonesia Incorporated Racing Team)
* Pelatih : Alex Yoong, Jorg Muller
* 1st practice : May 6th 2001
* Alamat : Jalan.Cikajang No.60 Jakarta Selatan 12170
* Telepon/Fax : +6221 724 5089/ +6221 720 8596
* Email : asmasoebrata@yahoo.com
* Website : www.alexandra-asmasoebrata.com
Prestasi
* 2002 1st champion National Kart Championship
* 2005 1st champion National Kart Championship
* 2005 13th World Championship Junior rotax max
* 2005 1st China Formula Campus Asian Division

Allida Alexandra Nurluthvia lebih dikenal sebagai Alexandra Asmasoebrata atau biasa dipanggil Andra (lahir di Jakarta, tanggal 23 Mei 1988) adalah satu-satunya pembalap perempuan Indonesia di kelas gokart maupun mobil formula. 
Putri ketiga dari pasangan H. MAS Alex Asmasoebrata dan Hj. Sofia Muri Mardiana ini memang tak menyangkal bahwa kiprahnya di dunia balap itu berkat sang ayah. Ayahnya, Alex, adalah pembalap seangkatan dengan pembalap Aswin Bahar, Tinton Suprapto, Deyu dan Dolly Indra Nasution. 
Andra memulai debutnya di ajang balap gokart sebagai kadet 60 cc, pada usia 12 tahun. Beberapa kali ia berhasil mengukir prestasi di ajang tersebut. Beberapa kali pula ia menyabet juara pertama di kelas tersebut. Setahun kemudian, ia mulai pindah ke kelas ber-cc lebih besar, yaitu 125 cc, bahkan ia sampai ke ajang setingkat ASEAN. 
Berkat penampilannya Andra kemudian ditawari untuk masuk ke arena balap internasional. Dia diikutsertakan dalam kualifikasi Formula BMW Scholarship pada tanggal 27 hingga 29 Februari 2004 di Spanyol. Inilah mulanya Andra masuk dalam dunia balap mobil formula. Pada tahun 2007, selain mengikuti kejuaraan Karting (Gokart), Andra juga mengikuti kejuaraan Formula Renault Asia. 
Bertepatan hari Kartini, 21 April 2007, Andra menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diberikan karena prestasinya sebagai pembalap perempuan pertama Indonesia. Di kancah internasional-pun Andra tercatat sebagai pembalap wanita pertama di Asia. Bahkan dia pun berhasil menempati pole position pada kejuaraan Seri terakhir 7 dan 8 Formula Campus di Goldenport Motorpark Circuit, Beijing China pada Oktober 2005 dan dalam ajang Formula Kampus di China pada September 2005.
Reward 
1. Being Rewarded “Lancana Parama Madya Pratama” by The Presiden of Indonesian Mr.Susilo Bambang Yudhoyono, in 2005
2. Being Rewarded “International Achievement Award” from Indonesian ASN in 2006
3. Being Rewarded by Indonesian Record Museum as The First Indonesian Female Formula Driver in 2007
Others
1. Ambassador of Indonesian Narcotics Board Republic National “Sport Against Drugs” 2007
2. Brand Ambassador (Printed Advertisment) of PT.Pertamina (2007-present). (mario)

Rabu, 04 Februari 2009

Casey Stoner


 Tanggal Lahir : 16 Oktober 1985
Tempat Lahir : Kuri-kuri, New South Wales, Australia
Tinggi : 1,74m 
Berat : 70 Kg
Status Pernikahan : Menikah dengan Andriana
 
2001 : 125 cc world championship (Honda) -Posisi Ke29
2002 : 250 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 12 
2003 : 8th 125 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 8  
2004 : 125 cc world championship (KTM) – Posisi Ke 5 
2005 : 250 cc world championship (Aprilia) – Posisi Ke 2
2006 : MotoGP world championship (Honda) – Posisi Ke 7 
2007 : MotoGP world champion (Ducati) – Posisi Ke 1
2008 : MotoGP world championship (Ducati) => Posisi Ke 2
Dengan Dukungan Keluarga, Casey Stoner Memulai Karier Balap Pada Umur 6 Tahun dikejuaraan Dirt-bike di Australia, Ketika Umur 14 tahun Casey Stoner Pindah Ke Inggris Memulai Debut Balap, Pada Umur 16 Tahun Mengikuti Musim Pertama Balap Motor 125 cc Di Inggris ( 2000)
Stoner merepresentasikan kekuatan baru dalam balap roda dua tercepat sejagat. Ia bersama Pedrosa, Melandri, dan sejumlah pembalap muda lainnya membuktikan kekuatan para Young Guns di MotoGp.
Enam tahun sebelumnya balap kasta tertinggi ini dikuasai oleh angkatan 2000-an dengan Valentino Rossi sebagai pemimpinnya. Praktis ia menguasai 5 gelar berturut-turut dari 2001-2005. Pada tahun 2006, rekan seangkatannya Nicky Hayden menggantikan. Dua generasi sebelumnya, ada era Michael Doohan dan pasca Doohan. Era Doohan benar-benar didominasi oleh sang maestro sendiri sebanyak 5 kali berturut-turut sejak 1994-1998. Doohan akhirnya harus menyerah pada para kekuatan muda setelah mengalami kecelakaan. Ia harus menyerahkan kekuasaannya pada generasi baru yang secara bergantian ditempati oleh Alex Creville (1999)dan Kenny Robert Jr (2000)
Namun berbeda dengan prediksi banyak pihak yang menggadang-gadang Pedrosa sebagai awal era baru ini, terbukti bahwa Stoner lah yang menjadi jawara. Betapa tidak, Pedrosa berada di tim elit Repsol Honda dan memiliki motor yang didesain khusus untuknya. Belum lagi pengalaman dan sumberdaya Honda sebagai tim pabrikan yang tidak terbatas. Honda mewakili kesempurnaan sebuah motor balap dan Pedrosa bagai putra mahkota.
Di lain pihak, Stoner bagaikan anak bawang. Meskipun akhirnya berhasil masuk Ducati, namun sebelum menunjukkan konsistensi ia bukanlah pilihan pertama. Di sana masih ada Capirossi yang kaya pengalaman, local hero sebagai Italiano, sekaligus pembalap Ducati yang penuh prestasi.
Pada tahun-tahun sebelumnya, Ducati juga belum menunjukkan performa yang benar-benar mengesankan. Kuat dalam tenaga bukan jaminan prestasi. Setelah dua tiga kali mencuri gelar juara sepanjang keikutsertaan sejak 2003, Ducati senantiasa keteteran di sirkuit-sirkuit teknis yang syarat tikungan. Apalagi jika balapan berlangsung dalam cuaca tidak menentu, bisa dipastikan Tim pabrikan asal Italia ini pasti kedodoran. Membalap dengan konsisiten dan menang di hampir setiap sirkuit adalah tantangan Capirossi dan Stoner jika ingin benar-benar unjuk gigi. Bukan sekedar pelengkap balapan yang keras. Dan, Stonerlah yang berhasil membuat para tifosi Ducati tersenyum. Ia bisa menuai poin secara konsisten, menang di berbagai jenis sirkuit dan cuaca, merebut pole dan memecahkan rekor kecepatan.
Stoner sebelum ini belum dikenal banyak. Kalaupun anda mengenalnya, itu karena dulu ia terlalu seringnya menghancurkan motor atau menyobek baju balapnya di atas aspal. Prestasinya kalah mengkilap dari Pedrosa yang semasa balapan 250 dan 125cc mengklaim juara dunia. Bukan pula Melandri yang agresif dan juara dunia sebelum Pedrosa. Tak banyak catatan spektakulernya di balapan GP Motor Dunia. Namun siapa yang meragukannya tahun ini?
Dari 15 seri balapan 2007 yang telah berlangsung, 9 di antaranya ia menangkan. Ia juga konsisiten menuai podium dan hanya tercecer 1-2 kali akibat problem teknis ban. Berbeda pula dengan kebiasaanya terjatuh, tahun ini ia selalu bisa menyajikan pertarungan alot dengan siapapun tanpa terjatuh. Malah berkali-kali ia menyuguhkan pertarungan mengesankan dengan sang Doctor kecepatan, Valentino Rossi. Sama sekali tanpa rasa minder sedikit pun. Kematangannya membalap disertai kekuatan mesin-sasis Ducati, kerjasama tim, serta dukungan keluarga membawanya menjadi juara dunia balap bergensi MotorGP/500cc kedua termuda dalam sejarah.

Senin, 02 Februari 2009

Valentino Rossi “ The Doctor of Motor GP “


 Rossi telah menjadi legenda di di balap GP motor dunia, meski usianya masih muda: 29 tahun. Vale dilahirkan di Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap tersukses setelah era Michael Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.
Putra dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor dan prestasi yang melampaui banyak seniornya. Pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia: sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, dan lima kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP.

Rossi Kecil seperti dilahirkan untuk menjadi pembalap. Ia tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an. Saat anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani. Mental juaranya sudah terasah sejak usia dini terbukti d usia 10 tahun Rossi sudah menjuarai kejuaraan gokart regional dengan mengalahkan lawan-lawannya yang berusia jauh di atasnya. Pada usia menginjak 14 tahun, pada Tahun 1993 memulai debut dengan Cagiva di Italian 125cc Sport Production championship, mengumpulkan kemenangan-kemenangan pada musim rookie dan mendapat gelar juara pada tahun 1994. Tahun 1996, saat masih 17 tahun, Rossi melakukan debutnya di balap motor grand prix (motor GP). Saat itu Rossi bergabung dengan tim Aprilia. Di musim pertamanya Rossi sempat juara di sirkuit Brno, Ceko. Secara keseluruhuan, Rossi menduduki peringkat kesembilan di tahun pertama ia terjun di motor GP. Tahun 1997 prestasinya berkembang pesat. Ia tak cuma memenangi satu GP, tapi 11 GP. Itu membawanya menjadi juara dunia kelas 125 cc untuk kali pertama.


Tahun berikutnya, 1998, Rossi naik kelas dan berlaga di kategori 250cc. Capaiannya di kelas menengah ini lebih menakjubkan lagi. Di tahun pertamanya itu ia langsung menjadi runner-up ia memenangi 5 GP. Kendati demikian, tetap belum membuatnya puas. Pada tahun 1999 gelar juara dunia 250 cc yang menjadi incarannya itu langsung diraih. Lagi-lagi, hanya butuh semusim baginya untuk belajar di kelas 250cc sebelum mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di dunia di musim berikutnya
Capaian serupa terjadi pula saat ia naik ke kelas utama di tahun 2000 –saat itu masih berlabel 500cc. Rossi bergabung dengan tim Honda. Di musim pertamanya itu. Dua GP berhasil Rossi menangkan, salah satunya GP Donnington, Inggris. Setelah meraih posisi kedua di tahun pertama, Rossi meraih posisi runner up, di bawah Kenny Roberts.
Tahun 2001, Rossi mencapai puncak karir dengan menjadi juara dunia kelas 500cc. Ia mencatat 11 kemenangan dalam satu musim. Gelar itu ia pertahankan satu tahun kemudian, tetap dengan tim Honda. Tahun 2003, Rossi mencatat hattrick, dengan menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut. Prestasi ini pun mengejutkan publik dunia. Pada musim itu, ia juga menorehkan rekor sebagai pembalap dengan poin kemenangan tertinggi sepanjang masa: 357 poin. Perpaduan bakat Rossi dan mesin Honda terlalu dominan bagi lawan-lawannya. Satu-satunya pesaing besar bagi Rossi datang dari sesama pembalap Honda. Selain itu, tak ada mesin lain yang mampu meladeninya.
Tahun 2004, sebuah keputusan mencengangkan diambil Rossi. Ia pindah ke Yamaha, tim yang dianggap masih satu kelas dibawah Honda. Keputusan itu oleh banyak pengamat Moto GP akan membuat Rossi kesulitan untuk kembali menjadi juara dunia. Maklum, Yamaha terakhir kali menjadi juara dunia pada 1992, saat masih ditunggangi oleh Wayne Rainey
Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max Biaggi, musuh bebuyutannya. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat.
Dengan bergabung bersama Yamaha, yang disangsikan mampu menyaingi kehebatan Honda, Rossi terancam tak lagi bisa mempertahankan gelar juara. Ia tak lagi favorit tanpa didukung oleh keunggulan mesin Honda. Mesin Yamaha yang digunakannya bukanlah tandingan Honda.
Namun Rossi tak bergeming. Keputusannya telah bulat untuk meninggalkan jok empuk motor Honda. Ia bahkan mengikat kontrak untuk masa dua tahun di Yamaha. Tahun lalu, Rossi berhasil membuktikan pilihannya. Ia kembali membuat publik terkejut dengan membawa Yamaha menjadi juara dunia setelah menunggu selama 12 tahun. Ia sekaligus mencatatkan diri sebagai pembalap kedua sepanjang sejarah yang berhasil menjadi juara dunia dua musim berturut-turut dengan mesin yang bebeda, setelah pembalap AS Eddie Lawson pada 1988 dan 1989.
Tim Yamaha mampu diangkatnya ke pentas juara sehingga ia dijuluki The Doctor. Bersama tim Yamaha, Rossi berhasil membuktikan dirinya tetap menjadi yang terdepan dengan menjadi juara dunia tahun 2004 dan 2005. Rossi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (Rossi juara 9 kali pada musim 2005).
Rossi merupakan sosok yang menyukai tantangan. Kepindahannya ke Yamaha memberikan tantangan tersendiri baginya. Motivasi untuk mengatasi tantangan membuat Rossi selalu berjaya di setiap kelas dan tim yang digelutinya. Ia merupakan sosok yang dinamis yang tak pernah berhenti dan merasa puas dengan pencapaiannya. Tantangan apapun yang ada di depannya pasti akan dikejarnya. Tapi, bukan Rossi namanya jika tak mampu menaklukkan tantangan. Ia membuktikan bahwa mesin hanyalah alat, dan oranglah-yakni dirinya sebagai pembalap-yang menentukan menang dan kalah.
Tahun 2006, gelar juara dunia lepas dari tangannya. Ia harus merelakan gelar itu diraih Nicky Hayden, dari AS. Banyak orang mengatakan, kemenangan Hayden tak lepas dari kesialan yang dialmi Rossi selama musim itu. Puncak kesialannya adalah saat ia terjatuh di salah satu GP, yang mebuatnya tertinggal jauh dari Hayden.
Tahun 2007, The Doctor kembali tak mampu meraih gelar juara dunia. Kali ini, ia kalah dari pembalap muda Australia, Casey Stoner. Performa Yamaha pada musim itu memang buruk sekali. Setiap kali Rossi head to head dengan Stoner di trek lurus, Rossi selalu kalah. The Doctor juga beralasan bahwa ban Michelin yang digunakannya, bermasalah.
Tahun 2008, ia memutuskan menggunakan ban Bridgestone. Performa Yamahanya pun ditingkatkan. Hasilnya, Rossi berhasil meraih kembali gelar juara dunianya yang selama dua tahun hilang.